Latar Belakang

Terkait dengan hubungan pelaksanaan tugas maupun kerjasama hal yang sering terjadi dan tidak terhindarkan dalam kegiatan sehari-hari adalah pemberian gratifikasi dari satu pihak lainnya. Pasal 128 ayat (1) Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, telah menyatakan bahwa setiap gratifikasi kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dianggap pemberian suap, apabila pemberian tersebut dilakukan karena berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya.

Peraturan yang Mengatur Gratifikasi

Pengertian Gratifikasi menurut penjelasan Pasal 12B UU No. 20 Tahun 2001 adalah Pemberian dalam arti luas yakni meliputi pemberian uang, barang, rabat (discount), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan Cuma-Cuma, dan fasilitas lainnya. Gratifikassi tersebut baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri dan yang dilkakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik.

Pengecualian :

Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 Pasal 12 C ayat (1):

Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 128 ayat (1) tidak berlaku, jika penerima melaporkan gratifikasi yang diterimanya kepada Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Media Pelaporan Gratifikasi

Pelaporan Gratifikasi disampaikan melalui Sistem Pengendalian Gratifikasi Online atau Website Whistleblowing system ini. Apabila di tempat Wajib Lapor Gratifikasi tidak dapat terhubung dengan dengan Sistem Pengendalian Gratifikasi Online, maka pelaporan disampaikan secara langsung atau melalui pos menggunakan formulir laporan gratifikasi sesuai format yang telah ditetapkan KPK.

Laporan Gratifikasi

Setiap Wajib Lapor Gratifikasi wajib menyampaikan laporan dalam hal

* Telah menolak suatu pemberian gratifikasi

* Telah menerima gratifikasi dan/atau

* Telah memberikan gratifikasi

Laporan gratifikasi sekurang-kurangnya memuat:

1. Identitas pelapor, terdiri dari nama dan alamat lengkap, jabatan, unit kerja, alamat email dan/atau nomor telepon

2. Bentuk dan jenis gratifikai yang telah dilakukan, yaitu penolakan, penerimaan, pemeberian dan/atau pemberian atas permintaan

3. Spesifikasi wujud dari benda gratifikasi, contohnya uang, tiket perjalanan dan sebagainya

4. Waktu dan/atau rentang waktu dan lokassi dilakukannya praktek gratifikasi

5. Nama pihak/lembaga pemberi, penerima atau peminta gratifikasi

6. Nilai/perkiraan nilai materi dari benda gratifikasi, dan

7. Dokumen kelengkapan pendukung lainnya.

Download Formulir Laporan Gratifikasi

1. Formulir Laporan Gratifikasi disini!

2. Formulir Rekapitulasi penerimaan uang ,kado atau barang, dan karangan bunga disini!

Contoh Laporan Gratifikasi Pernikahan disini!

Contoh Laporan Gratifikasi Non Pernikahan disini!